Monday, 12 December 2011

kisah Khalifah Umar bin Khatbab

Khalifah Umar bin Khattab 


_Suri teladan Sosok Pemimpin Saat ini.
Fenomena zaman sekarang ini banyak kita amati seorang pemimpin sikap,perilaku, & kebijakaanya tidak sesuai dengan amanah yang diembannya, karena seorang pemimpin ialah mewakili anggota/bawahan/rakyat hendaknya menjadi salah satu prioritas utama pemimpin mampu lebih men-sejahterahkan/menjadikan keadaan menjadi lebih baik dari sebelumnya & tidak merugikan mereka2 yang telah memberi kepercayaan sepenuhnya untuk memimpin.

Tentu saja, ada juga diantara kita yang memang mampu menjadi Sosok Pemimpin Sejati yang amanah, fatonah, siddiq dsb, yang mampu memberikan kebermanfaat positif & menjadikan kehidupan lebih baik untuk kita semua.


Seklumit kisah ini semoga mampu merefleksikan, mengingatkan, dan menjadi perenungan kembali akan besarnya tanngungjawab bagi seorang pemimpin, khususnya bagi diri saya sendiri (karena pada hakekatnya saya adalah pemimpun untuk diri saya sendiri sebelum memimpin orang lain, begitu juga dengan Anda semua) & kepada para sahabat2 yang dirahamti Alloh SWT.
....
"Sayyidina Abu Bakar semasa hendak meninggal dunia, mengeluh dan kesal kerena dilantik sebagai ketua (khalifah), begitu juga dengan Sayyidina Umar yang dilantik sebagai khalifah selepas kematian Sayyidina Abu Bakar. Saiyidina Umar sangat mengambil berat tentang kebajikan rakyatnya".

Pada suatu malam sedang dia meronda di sekeliling kota dan kampung untuk melihat hal rakyatnya, dia terdengar tangisan anak-anak. Sayyidina Umar menghampiri pondok buruk tempat tinggalnya anak-anak itu.
Dia mendengar ibunya menjerang sesuatu. Anak-anak tadi senyap seketika apabila melihat ibunya sedang memasak. Namun masakannya tidak siap-siap sehingga anaknya tertidur dalam kelaparan. Melihat keadaan yang menyayat hati itu, Sayyidina Umar memberi salam dan meminta izin untuk masuk. Wanita itu tidak sedar bahwa tamu itu ialah Sayyidina Umar. Sayyidina Umar bertanya tentang hal kehidupan wanita itu. Wanita itu mengadu bahwa dia dan anaknya sudah berhari-hari tidak makan. Apabila anaknya menangis hendak makanan, dia pura-pura memasak dengan memasukkan beberapa bongkah batu ke dalam kuali. Melihat keadaan itu, anaknya diam sebentar kerena menyangka ibunya sedang memasak sesuatu.
Wanita itu mengadu dan mengutuk Khalifah Sayyidina Umar kerana tidak bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Mendengar kutukan wanita itu, Sayyidina Umar terdiam sejenak. Sebentar kemudian, dia memohon diri meninggalkan keluarga wanita itu. Dalam kegelapan malam, Sayyidina Umar terus menuju ke Baitul Mal lalu mengambil sendiri beberapa karung gandum untuk diantar ke rumah wanita itu.
Setelah sampai di rumah wanita itu, Saiyidina Umar memberi salam dan masuk ke rumahnya buat kedua kalinya. Dia mengambil gandum dari karung lalu terus memasakkan untuk wanita dan anaknya. Wanita itu masih tidak sadar bahwa orang yang datang membawa gandum dan memasak itu ialah khalifah sendiri. Setelah siap, Sayyidina Umar sendiri menghidangkan makanan untuk wanita dan anaknya.
Melihat mereka gembira dengan makanan, Sayyidina Umar merasa amat senang hati dan pergi dari situ. “Kalaulah Sayyidina Umar buat begini, alangkah baiknya….”, kata wanita itu tanpa menyadari orang yang berada di hadapannya ialah Sayyidina Umar sendiri.

Apa yang bisa kita ambil dari seklumit kisah tersebut diatas..? : tak lain & tak bukan adalah seorang pemimpin wajib memiliki EMPATI, apakah pantas seorang pemimpin bisa makan enak jika anggota/bawahannya/rakyatnya masih kelaparan...?, apakah pantas seorang pemimpin yang tidur nyenyak dengan kasur sofa yang empuk dengan fasilitas pendukung lainnya sementara yang dipimpin tidur beralaskan tanah, berselimutkan angin, beratap langit..?dst.. berikutnya juga paling utama hikmah dari kisah tsb adalah adanya NIAT..? dan jika melakukan apapun, menjadi siapapun/posisi apapun pastikan dengan NIAT ibadah secara utuh-sempurna, semoga Alloh SWT meridhoi & merahmati langkah2 perjuangan kita, menjadikan kita memiliki "rambu2 pribadi bahaya (semacam peringatan dini jika teledor melakukan kesalahan)" serta menjadi ladang pahala akherat kelak..amiin

Kita semua tentunya sudah tahu, sudah paham, bahkan sudah mengerti sekali teori2 tentang kepemimpinan yang sejati, yang baik, yang top, yang sukses yaitu mempunyai visi-misi jelas, bertanggungjawab, peduli, komunkatif, cerdas dsb.. tetapi sering sekali kenapa setelah kita tahu kita tak mampu mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari..? (jawabanya silahkan dialog dengan hati nurani masing2..)

Semoga apa yang tertulis diblog saya ini mampu memberikan kebermanfaatan fi dunia wal akherat untuk kita semua..

Wallahu'alam bis showab..




____
(sumber kisah http://abrahamik.wordpress.com/2010/02/14/khalifah-umar-bin-khattab-dan-orang-miskin/)

No comments:

Post a Comment